Sekolah Peradaban Serang

Deg-degan tapi Penuh Makna: Perjalanan Tasmi’ Akhirussanah Santri SMA Peradaban

Deg-degan tapi Penuh Makna: Perjalanan Tasmi’ Akhirussanah Santri SMA Peradaban

Kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Akhirussanah kelas 12 SMA Peradaban berjalan dengan baik dan penuh khidmat. Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Al-Faruq yang berada di lingkungan Sekolah Peradaban Serang, Selasa-Rabu, 29-30 April 2025.

Kegiatan Tasmi’ Akhirussanah ini merupakan program rutin yang wajib diikuti oleh santri kelas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dihadiri oleh orang tua, wali kelas serta para ustadz ustadzah untuk bersama-sama menyimak hafalan qur’an santri kelas 12.

Tujuan dari diselenggarakannya Tasmi’ Al-Qur’an Akhirussanah ini yakni untuk mengukur hafalan qu’ran santri yang telah diperoleh selama tiga tahun menuntut ilmu di SMA Peradaban Boarding School.

Dalam sambutannya, Ridwan Aris selaku kepala pesantren menegaskan kepada para santri untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai teman yang selalu menuntun dalam kebaikan.

“Ustadz berharap, para santri menjadikan Al-quran ini sebagai teman yang menuntun dalam kebaikan, tidak hanya sebagai hafalan semata,” ungkap Ridwan.

Selain itu, Bambang Wibowo selaku Pembina Yayasan Sekolah Peradaban berharap para santri bisa melanjutkan hafalan yang sudah diperoleh di Sekolah Peradaban, jangan sampai berkurang apalagi dilupakan.

“Saya berharap, para santri bisa terus menambah hafalan Qur’annya sepeninggal dari Sekolah Peradaban kelak. Sekolah Peradaban hanya mentriger kalian untuk menghafal Qur’an,” ungkap Bambang Wibowo.

Setelah sambutan demi sambutan disampaikan, Citra selaku ketua pelaksana membacakan tata tertib yang harus dipatuhi oleh peserta tasmi’ selama kegiatan berlangsung. Acara pembukaan pun ditutup dengan doa dan diakhiri dengan foto bersama.

Kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Akhirussanah selama dua hari yang dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu berjalan dengan lancar.

Luis Sabarina Tolado Laras sebagai salah satu peserta tasmi’ mengatakan, bahwa dirinya merasa deg-degan saat mentasmi’kan hafalan quran yang disaksikan oleh banyak orang.

“Saya lumayan ngerasa deg-degan sih Us (panggilan kepada ustadzah), pas tadi maju ke depan. Padahal ini kali ke dua saya mengikuti Tasmi’ Al-Quran Akhirussanah pas kelas 9 dulu juga pernah,” kata Luis.

Luis juga bercerita bahwa yang membuat dirinya gugup sebetulnya ketidaksiapannya mentasmi’kan hafalan quran secara keseluruhan, karena masih ada beberapa halaman surat yang dia belum begitu hafal lancar. Sehingga membuat dirinya semakin gugup.

Saat proses menghafal quran untuk ujian akhir ini, Luis merasa lebih dekat dengan Al-Quran. Dirinya lebih sering muroja’ah dan mentadaburi Al-Quran. Sehingga banyak sekali Pelajaran yang bisa dipetik dalam proses menghafal Qur’an.

Luis juga berharap agar program Tasmi’ Al-Quran Akhirussanah ini bisa terus diselenggrakan setiap tahunnya.

Laila Sa’datul hasanah selaku pengujji pada Tasmi’ Al-quran Akhirussanah ini juga memberikan keterangannya bahwa santri yang ia uji terlihat sangat grogi saat maju ke depan, sehingga membuat fokusnya buyar. Ada salah satu santri yang ketika diuji setiap awal ayat harus didorong, tapi ada juga yang lancar dari awal sampai akhir tasmi’. Ada hal yang cukup membingungkan saat dalam satu ayat ada satu kata yang tertinggal sehingga harus mengulanginya berkali-kali.

Terlepas dari pada itu, semoga hafalan Al-quran yang telah diperoleh para santri selama menuntut ilmu di SMA Peradaban Boarding School bisa menjadi bekal untuk memproteksi diri dari hal-hal yang dapat menjerumuskan. Serta pelajaran dan ilmu yang terkandung pada setiap ayatnya mampu diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.

Untuk pendaftran online Sekolah Peradaban Serang klik: s.id/peradaban-aja

(nt)

Share this:
Scroll to Top